Selasa, 21 November 2017

Bermain Sambil Belajar


Semua anak memiliki pola cerdasnya masing-masing. Tidak ada anak yang dilahirkan dengan stigma kecuali hanya fitrah atau lembaran kosong dengan judul sesuai doa orangtunya. ShagaQu mengkolaborasi pembelajaran model cara pembelajaran Rasulullah dan para sahabat dan tidak mengkesampingkan teori belajar modern.

Terdapat beberapa anak dengan pembelajaran audio; menyerap apapun yang ia dengar. Adapula visual menyerap yang ia lihat maupun kinestetik dengan menyentuh atau praktek langsung. Tentu dengan memahami dan mengetahui metode pembelajaran. Penanaman karakter serta target pembelajaran dapat dicapai dengan lebih efektif (baca : tanpa paksaan). Anak tidak merasa sedang ditanamkan nilai-nilai baik didalam dirinya namun terpatri indah sesuai harapan.

Asyik mengamati siswa-siswi ShagaQu. Ada yang sambil bermain ustadazahnya menghampiri sambil melafadzkan ayat-ayat Al-Qur'an. Ada yang membuat gunung dari pasir dan diberi 'letusan' sambil tadabur surat Al-Zilzalah. Anak-anak sangat eksploratif terhadap ide-ide yang dicerna.





Tidak ada komentar:
Write komentar

Whatsapp Kami