Advertisement

Jumat, 08 Desember 2017

Knowledge, Skill dan Attitude

Salah satu bentuk keunggulan manusia adalah mengetahui nama-nama atau menyerap pengertian lebih banyak dari makhluk lain. Sebagaimaan firman Allah Swt di dalam surat Al-Baqarah 32-33:  Wa'allamal aadama asmaa'. Hal ini tentunya isyarat dari Allah agar kita memaksimalkan potensi pemberian yang disematkan dalam diri kita.

Ada tiga istilah penting yang selalu didengung-dengungkan untuk mencapai kesuksesan dalam berkarya dan berkarir yaitu Knowledge, Skill dan Attitude.. to be continue

Minggu, 03 Desember 2017

SDTQ (Sekolah Dasar Tahfidhul Qur'an) ShagaQu


Sekolah Dasar Tahfidhul Qur'an ShagaQu

VISI :

"MEMBIMBING ANAK MENUJU KESEMPURNAAN BALIGH"


MISI:


  1. Menanamkan nilai-nilai Qur'an dan membentuk karakter Qur'ani
  2. Membekali anak dengan nilai-nilai Islam (syari'at) yang kamil dan syumuliyah
  3. Melatih dan membekali anak dengan ketrampilan hidup praktis (life skill)
  4. Menyiapkan serta menerapkan konsep dan sistem pendidikan terbaik mengikuti pola asuh para salaf-asshaalih
  5. Membekali siswa dengan berbagai disiplin keilmuan berkompetensi untuk melanjutkan ke jenjang di atasnya.
Anak-anak adalah amanah Allah Swt, ShagaQu hanyalah wadah sinergi antara Orang tua - Anak - Guru dan Lingkungan. Sekolah sebagai salah satu washilah untuk mengetahui komponen kompetensi siswa juga menguatkan karakter yang akan dibangun ketika dewasa nanti.

Sekolah mendorong bakat yang telah dimunculkan, mengasah keahlian yang akan dimiliki dan mengetahui modal skill untuk mensukseskan cita kebermanfaat di dunia dan kebahagiaan haqiqi di akhirat.

Mari bergabung bersama kami, menjadikan wujud do'a estafet peradaban yang di ridhai Allah Swt, insyaaAllah. Untuk mendaftar silahkan klik link berikut Penerimaan Siswa Baru.

Sabtu, 02 Desember 2017

PENERIMAAN SISWA DAN SISWI BARU 2018/2019


JALUR PENERIMAAN SISWA DAN SISWI BARU PERIODE 2018 DAN 2019 MULAI 1 DESEMBER 2017 TELAH DI BUKA.

Syarat Pendaftaran Offline:

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran yang telah disediakan (Bisa mengambil formulir di sekolah Setiap Hari Senin - Jum'at Pukul 08.00 WIB - 14.00 WIB)
  2. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 75.000,-
  3. Membawa Foto Copy Akte Kelahiran
  4. Menunggu Panggilan Ayah, Ibu dan Ananda mengikuti wawancara Penerimaan Siswa/Siswi.
Syarat Pendaftaran Online:
  1. Mengisi Formulir Pendaftaran yang telah disediakan di link ShagaQu (klik linknya)
  2. Mentransfer Uang Pendaftaran Rp. 75.000,- ke Rekening Mandiri an: Endang Saptiningsih norek: 1360014353913 kemudian bukti transfer di upload ke formulir yang disediakan
  3. Scan Akte Kelahiran dan upload ke formulir yang disediakan
  4. Menunggu Panggilan Ayah, Ibu dan Ananda untuk mengikuti wawancara Penerimaan Siswa/Siswi.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
  • Ustadzah Sarotun: 081575988579
  • Ustadzah Rita      : 081325489771
Alamat ShagaQu: Jl. MT. Haryono 87, Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
(Belakang GIC Komputer atau search di gmap: gic komputer)

Jumat, 01 Desember 2017

One Stop Learning


Hal yang menarik belajar dan bermain bersama anak-anak adalah 'seolah anak menjadi cermin untuk mengeksplorasi diri kita'. Bagaimana tidak, banyak sisi dari anak-anak yang sangat ajaib untuk menjelaskan pentingnya bekerjasama, nyamannya saling memaafkan, kuatnya bila saling bahu membahu bersatu.

ShagaQu dengan konsep utamanya mengikuti pola para salafu ashaalih dalam mendidik. Menguatkan visi dengan tidak mengkesampingkan edukasi modern. salah satu moto ShagaQu adalah One Stop Learning; Senantiasa belajar dalam setiap suasana yang asyik - Semua kegiatan adalah belajar. Mulai datang anak-anak telah berlatih olah motorik halus hingga motorik kasar. Bersosialisasi dan mendengar banyak kisah hebat dan inspiratif, bermain peran dan eksplorasi atau tadabur alam.

Arus utama mindset anak-anak ditekankan pada pembangunan karakter. Sehingga kisah dan bermain peran lebih sering menjadi menu harian anak-anak ShagaQu. Pelajaran luar sekolah untuk mengenal langsung ayat-ayat Allah dan mematrikan impian besar mereka langsung ditemukan dengan orang yang ahli dibidangnya. Tentunya ini menjadi nilai lebih sekaligus tantangan dan tanggungjawab yang besar.








Pembelajaran Kooperatif dan Pembelajaran Kooperatif



Dalam bahasa Indonesia, kata kolaborasi dan kooperasi cenderung diartikan dalam makna yang sama yaitu kerjasama. Menurut John Myers (1991) kata kolaborasi berasal dari bahasa Latin dengan memfokuskan pada proses, sedangkan kooperasi bersumber dari Amerika yang lebih menekankan pada hasil. Sementara itu, menurut Ted Panitz (1996), istilah kolaborasi menunjuk pada filsafat interaksi dan gaya hidup personal, sedangkan kooperasi lebih menggambarkan sebuah struktur interaksi yang didesain untuk memfasilitasi pencapaian suatu hasil atau tujuan tertentu.
Kolaborasi mengasumsikan pentingnya kerjasama (koperasi) yang dibangun berdasarkan konsensus anggotanya, bukan kompetisi individual diantara anggota kelompok. Dalam kelompok akan terjadi pembagian peran, tugas dan wewenang dari setiap anggota kekompok. Masing-masing anggota kelompok berusaha saling menghargai dan memberikan kontribusi kemampuannya terhadap kegiatan kelompok.
Ketika seorang individu (baca: guru) menerapkan filosofi ini ke dalam kelas, keluarga atau komunitas kelompok lainnya untuk kepentingan pembelajaran maka itulah yang disebut pembelajaran kolaboratif. Jadi, pembelajaran kolaboratif  pada dasarnya adalah sebuah filosofi personal, dan bukan hanya sekedar teknik dalam pembelajaran di  kelas (Ted Panitz , 1996).
Wikipedia (2013) merumuskan Pembelajaran Kolaboratif  (Collaborative Learning) sebagai situasi dimana terdapat dua atau lebih orang belajar secara bersama-sama, dengan memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu sama lain (meminta informasi satu sama lain, mengevaluasi ide-ide satu sama lain, memantau pekerjaan satu sama lain, dll.). Sementara, pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran yang didesain untuk membantu siswa agar dapat berinteraksi dan bekerjasama secara kolektif, melalui tugas-tugas terstruktur guna mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif dikembangkan ke dalam berbagai teknik, seperti: Think Pair Share, Jigsaw, STAD, TGT dan sebagainya.
Tradisi pembelajaran kolaboratif berasal dari Inggris, para guru Bahasa Inggris berusaha mengeksplorasi cara-cara untuk membantu siswa agar dapat berperan lebih aktif dalam proses pembelajarannya, khususnya dalam mengkaji suatu literatur. Guru menganalisis percakapan setiap siswanya ketika sedang menelaah atau merespon bagian literatur.   Sementara pembelajaran kooperatif berkembang di Amerika dengan bersumber dari pemikiran John Dewey tentang pentingnya belajar sosial dan pemikiran Kurt Lewin  tentang dinamika kelompok. (John Myers, 1991).
Untuk melihat perbedaan dan persamaan dari kedua konsep pembelajaran ini, Matthews, et.al. (1995)  memerincinya seperti tampak dalam tabel berikut ini :
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kolaboratif
Para siswa menerima latihan keterampilan sosial dalam kelompok kecil.
Ada keyakinan bahwa para siswa telah memiliki keterampilan sosial yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran
Aktivitas-aktivitas terstruktur yang dirancang guru dan masing-masing siswa memiliki peran khusus.
Siswa mengatur dan menegosiasikan usahanya sendiri.
Guru mengamati, mendengarkan dan melakukan intervensi dalam kelompok jika diperlukan.
Aktivitas tidak dimonitor oleh guru. Ketika ada pertanyaan yang ditujukan kepada guru, guru membimbing siswa-siswa untuk menemukan informasi yang diperlukan.
Siswa menyerahkan tugas pada akhir pelajaran untuk dievaluasi.
Siswa menyimpan draft  untuk dilengkapi pada pekerjaan selanjutnya.
Guru melakukan asesmen kinerja siswa secara individual maupun kelompok
Siswa melakukan asesmen kinerja  secara individual maupun kelompok, berdasarkan konsensus kelompok kecil, kelas (pleno), maupun pertimbangan masyakat keilmuan pada umumnya
Selain memiliki perbedaan, kedua konsep pembelajaran ini  juga memiliki persamaan, yakni:
  • Menekankan pentingnya pembelajaran aktif
  • Peran guru sebagai fasilitator
  • Pembelajaran adalah pengalaman bersama antara  siswa dan guru
  • Meningkatkan keterampilan kognitif tingkat tinggi
  • Lebih banyak menekankan tanggungjawab siswa dalam proses belajarnya
  • Melibatkan situasi yang memungkinkan siswa dapat mengemukakan idenya dalam kelompok kecil.
  • Membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan sosial dan membangun tim.
Sumber: https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2013/05/06/pembelajaran-kolaboratif-dan-pembelajaran-kooperatif/

Selasa, 21 November 2017

Bermain Sambil Belajar


Semua anak memiliki pola cerdasnya masing-masing. Tidak ada anak yang dilahirkan dengan stigma kecuali hanya fitrah atau lembaran kosong dengan judul sesuai doa orangtunya. ShagaQu mengkolaborasi pembelajaran model cara pembelajaran Rasulullah dan para sahabat dan tidak mengkesampingkan teori belajar modern.

Terdapat beberapa anak dengan pembelajaran audio; menyerap apapun yang ia dengar. Adapula visual menyerap yang ia lihat maupun kinestetik dengan menyentuh atau praktek langsung. Tentu dengan memahami dan mengetahui metode pembelajaran. Penanaman karakter serta target pembelajaran dapat dicapai dengan lebih efektif (baca : tanpa paksaan). Anak tidak merasa sedang ditanamkan nilai-nilai baik didalam dirinya namun terpatri indah sesuai harapan.

Asyik mengamati siswa-siswi ShagaQu. Ada yang sambil bermain ustadazahnya menghampiri sambil melafadzkan ayat-ayat Al-Qur'an. Ada yang membuat gunung dari pasir dan diberi 'letusan' sambil tadabur surat Al-Zilzalah. Anak-anak sangat eksploratif terhadap ide-ide yang dicerna.





Senin, 20 November 2017

MOTORIK KASAR


Bergelantungan membuat mental dan fisik kuat


Tumbuh kembang anak menjadi perhatian serius bagi ShagaQu. Salah satunya adalah telah muncul kemampuan motorik kasar pada anak-anak yang tepat pada usianya. Meniti jembatan, bergelantungan, memanjat, melompat dan banyak bentuk lainnya. Kemampuan motorik kasar bukan hanya persoalan kekuatan dan kesehatan fisik anak tetapi juga melibatkan kesehatan mental atau psikologis anak.

Salah satunya bergelantungan dapat menguatkan otot tangan. Otot tangan akan berfungsi dengan baik ketika dewasa ketika dilatih berulang sesuai umur anak-anak. Secara mental otot tangan yang kuat juga akan menumbuhkan mental suka berbagi, mempertahankan haknya, tidak mendhalimi hak orang lain dan mudah menerima baik kemenangan maupun kekalahan dalam berkompetisi.



Whatsapp Kami